Rabu, 26 Oktober 2016

Alergi Asap Rokok

Udah demam 9 hari. Awalnya flu, pilek, demam. 4 hari flunya sembuh, eh demamnya ga sembuh-sembuh. Cus aku ke Rs, di cek lab lah aku karena udah 7 hari demam. Dan hasilnya Alhamdulillah ga typhus dll. Dan dilihat kata dokter aku ada radang tenggorokan sedikit (padahal aku ga sakit tenggorokan dan ga suka minum es). Dikasihlah aku obat radang, dan vitamin C.

Ok, aku berobat pagi lalu aku minum obatnya, wow besoknya aku sembuh di hari ke 8. Tidak demam dan merasa sehat sekali. Akhirnya aku pergi ke kelurahan sendiri untuk mengurus urusan pernikahanku nanti. Begitu sampai di kelurahan, ada warga yang merokok sembarangan (sampai-sampai ditegur oleh karyawan kelurahan). Begitu sampai rumah, benar saja aku langsung demam kembali dan tenggorokanku sakit! (yang sebelumnya tidak sakit sama sekali). Ok mulai dari itu aku sadar setiap ada yang merokok dilingkunganku aku suka ngap-ngapan, batuk-batuk dan demam. Sedihnyaaaa jadi perokok pasif.

Untungnya papaku dan mas Garindra bukan perokok. Kalau saja mereka perokok pasti aku ga enak banget ngejalanin hari-hari. Yang pasti mulai sekarang aku kalau kemana-mana harus sedia masker! Dan betenya lagi, mostly sahabat-sahabatku adalah perokok. Huhuhu ga kebayang sekarang kalau ngumpul gimana coba? perlahan aku sepertinya harus beri tahu mereka atau sebaiknya bagaimana?

Ketahuilah, kalian perokok mohon kiranya menghormati kami sebagai perokok pasif yang mengkonsumsi asap rokok dari kalian. Baiknya jika kalian merokok, ditelan saja asapnya :D

Awalnya aku sangat cuek sama lingkungan orang-orang yang merokok, ntah semenjak kapan sekarang jadi sensitif banget sama asap rokok. Dan betenya lagi, nyembuhin alergi asap rokok (demam, meriang, batuk-batuk, sakit tenggorokan) ini lamaaaaa sembuhnya. Sedih kan?

Yuk, kita saling menghormati :)

Image result
http://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif

Kamis, 20 Oktober 2016

Lamaran


Akhirnya lamaran juga!

Sebenarnya mas Garindra udah meminta izin jauh jauh beberapa bulan yang lalu kepada mama papaku bahwa dia mau mengajakku menikah, apa jawaban mama papa? Yaaa, terserah aja (tidak menjawab diterima/tidak diterima) tante sama om ikutin aja kalau memang yang terbaik. Ya secara kita udah kenal hampir 7 tahun lamanya.

Berawal dari kuliah di tempat yang sama. Awalnya aku sama sekali ga pernah tau siapa mas Garindra? salah satu teman MJ/batch kuliah (Aryya) pernah bilang,
A : "pupa, lo single kan? ada yang mau kenalan nih, namanya Garindra, orangnya baik, ganteng juga"
P : "hahaha iya gue single, Garindra tuh yang mana ya gue ga tau"
A : "masa lo ga tau? dia sering nongkrong di pengkolan, kalau lo parkir masuk kampus pasti ngelewatin tongkrongannya"
P : "oh ya? gue ga tau ah hahaha"
A : "udah kenalan aja yaaa"

Singkat cerita, malemnya mas Garindra dengan pedenya tlp aku ke hp. Dan besoknya dia ngajak ketemuan alias jalan bareng gitu. Yaaa aku sebenarnya bukan tipe yang mau diajak ketemuan diluar, serem sist ketemu orang baru yang ga dikenal, amit amit. Akhirnya aku suruh aja langsung dateng kerumah, baru bisa pergi. Maksudnya biar orang rumah tau aku pergi sama siapa, seperti apa orangnya.

Udah deh, berjalan waktu kenal beberapa bulan, jadian deh 10 Oktober 2010. Lalu mungkin sekiranya dia udah sangat cukup waktu kenal, kuliah udah selesai, udah punya penghasilan, akhirnya aku dilamar 15 Oktober 2017.

Ok langsung aja bahas acara lamarannya sesuai judul.
Persiapan kira kira hanya sebulan. Dan tadinya galau banget antara pagi atau malam. Karena supaya adem jadi keluarga memutuskan acara berlangsung malam hari dan kebetulan keluargaku rata rata sangat sibuk di pagi hari. Mengapa aku memilih warna silver kebiruan? karena menurutku kynya bagus banget digunakan di malam hari, kebetulan aku sama mas Garindra memang tidak begitu menyukai warna cerah, lucu ya? hehehe.

Persiapan dilakukan sangat efektif dan efisien.
Yup, keluarga kami adalah didikan militer, jadi kata "efektif" dan "efisien" udah ga asing di telinga kami. Pokoknya cepat tapi bagus.

Attire : Laxmi.
Hmm, untuk urusan baju aku serahkan sama mamaku. Yang penting aku bilang, warnanya silver, full fayet, panjang, dan jangan terlalu ketat (alias size di lebihkan sedikit) untuk model baju juga aku selalu minta masukan dari sahabat sahabatku, dan mamaku emang tau banget sih ukuran fittingan baju aku secara detail (untungnya berat badanku konstan banget gitu gitu aja hahaha). Pokoknya atasan sama bawahan songket aku serahkan sama mamaku.

Make Up : Tati Makeup
Makeup dan Hijab dibantu oleh tante saya yang merupakan adik dari papa. Namanya desty, tapi keluarga kami memanggilnya tati (tante desty) beliau memang Make Up Arist lulusan Martha Tilaar.

Venue : Pancoran
Venue memang dirumah pribadi, sebenarnya venue yang awalnya rumah kami yang dicibubur (rumahnya lebih nyaman, lebih luas, parkiran juga lebih enak) lalu pindah menjadi rumah kami yang pancoran. Karena lokasi yang lebih strategis sepertinya, hehe

Catering : Ami Catering
Untuk catering, kami mempercayai Ami Catering karena cocok sama rasanya yang enak banget ketika kami coba di acaran Aqiqah tetangga kami. Aku memesan prasmanan Lembur Kuring. Sebenarnya ga ada yang orang sunda sih, tapi kynya lain dari yang lain aja kalau pesar menu Lembur Kuring. Oh iya, ada tambahan sponsor Es Krim juga dari Ipar aku yang kerja di Indolakto hihihi.

MC : Ibu Dini
Keren bangettttttttt MC nya, bikin suasana mencair lho, Siapakah dia? MC adalah tante saya yang sudah biasa MC di beberapa acara Polri. Jadi dia memang udah biasa banget jadi MC berbagai acara-acara. Apalagi acara formal.

Decoration : Noni Siregar
Kemudian dekorasi, ini adalah kolaborasi antara keluarga kami (saya, nenek, mama, dan tante tante) dan Ibu Noni Siregar (yang merupakan kontraktor di bidang desain interior). Jadi bunga dan gebyok adalah pilihan keluarga, dan perangkaian dekorasi adalah Ibu Noni.

Documentation : Andy Tamba
Hasil fotonya lumayan, harganya juga tergolong tidak mahal, profesional, minta bonus edit pasti dikasih! yipieeee.

Bagaimana? cukup efektif dan efisien kan? Buat kalian yang segera mengadakan acara lamaran, gunakan dulu teman atau keluarga yang kira kira bisa membantu, mereka pasti senang banget lho membantu. Selain ga keluar banyak biaya, pasti hasilnya lebih memuaskan dan sesuai keinginan kamu.
Kalau ada yang tertarik dengan salah satu diatas, boleh tanya-tanya aku kok :)

Acaranya seru banget! tadinya tegang jadi cair karena banyak joke joke dari tante tante aku yang emang pada dasarnya "biang rusuh". Pokoknya seru banget! ada 3 Puspa di acara tersebut. Untung mas Garindra ga salah pilih Puspa yang mau dilamar. Hihihi, kebayang kan serunya?

Ada beberapa foto-foto yang memang sudah disediakan tempat foto "Photobooth" di garasi hehehe :p

Aku dan mas Garindra


Mama Papa



Calon Mertua

Rabu, 19 Oktober 2016

Berburu Wedding Venue Jakarta



Hai, akhirnya mas Garindra mengajakku untuk lebih serius. Dia menyampaikan hal ini langsung di depan kedua orang tuaku (tanpa aku) cerita menyusul... 

Ok langsung aja, akhirnya kita mulai lah pencarian antara Jakarta Selatan (rumahku) dan Jakarta Timur (rumahnya). Di awali dengan wedding venue. Ini yang paling penting bagi warga Jakarta. Karena yang menentukan tanggal menikah adalah gedung, bukan kita sendiri. Karena yaaa yang antri untuk gedung itu banyak banget lho. Jadi ga salah kalau ada orang yang siapin pernikahannya selama 1 tahun. Tapi aku ngga, sekitar 6 bulan saja untuk mempersiapkan pernikahan.

Untuk pemilihan gedung, kita menampung masukan dan kualifikasi dari para orang tua masing masing. Karena mereka semua sibuk, jadi mereka mempercayakan pilihan gedung kepada kita. Untuk mama papaku, yang penting kapasitas banyak gedung luas parkiran luas, kalau bisa jangan pakai lift. Sedangkan mama papanya mas Garindra memilih untuk gedung yang full carpet dan aprkiran luas juga. Yang pasti, jangan kebanyakan pilihan, nanti ribet sendiri hehe, ini dia yang di buru..

1. Gedung PTIK Jakarta Selatan
Harga sewa 25 jutaan (belum harga anggota Polri).
Gedungnya bagus, luas, parkiran luas, tidak perlu lift karena ada di lantai bawah, lokasi sangat strategis, tapi sayang tidak full carpet. Mungkin gedung ini masuk di kualifikasi mama papaku, tapi tidak untuk mama papanya mas Garindra. Jadi kita skip dulu aja sembari pelan pelan cari yang cocok. Oh iya, untuk review wedding venue yang aku buru tidak ada foto-fotonya, karena aku waktu itu belum kepikiran untuk menulis blog. Sekedar share aja kali kali bermanfaat buat kalian. Selanjutanya akan aku tulis harga rekanan berdasarkan dari rekan rekan orang tua kami. Selebihnya kalau mau kepo foto-foto venue bisa googling aja yaaa :)

2. Gedung Granadi Jakarta Selatan
Harga sewa 25 jutaan (belum harga rekanan).
Gedung ini adalah rekomendasi mas Garindra karena dulu kakaknya nikah disana. Menurutku gedung Granadi sangat jawa sekali, Dan sepertinya gedung ini sudah agak lama, padahal bagus lho, karena gedung tersebut ada outdoornya juga di sisi kanan kiri bagi yang mau merokok. Dan bisa di taruh gubukan di outdoor tersebut. Gedung ini juga full carpet tapi sayangnya kurang luas kapasitasnya, dan parkirannya pun tidak begitu luas, kemudian gedung ini terlihat sudah agak lama sekali, jadi kynya skip juga untuk gedung satu ini.

3. Hotel Crowne Jakarta Selatan
Harga sewa (harga rekanan).
Venue ini adalah rekomendasi dari mas Garindra yang disampaikan oleh papanya. Awal mulanya suka sama venue ini, bagus, cantik, strategis, full carpet. Tapi sayang kapasitasnya sedikit, dan makanannya pun harus dari hotel yang sebenarnya mama papaku lebih setuju makanan catering karena lebih variatif. Ok bye

4. Gedung Convention Hall Smesco Jakarta Selatan
Harga sewa (harus paket minimal 800 orang)
Gedung satu ini kita tau dari acara pameran Gebyar Pernikahan. Waktu itu kita survey gedungnya bagus, ceilingnya tinggi, full carpet, luas, parkiran luas ada basement. Tapi tidak bisa hanya menyewa gedung saja harus paket seperti di hotel. Misalnya mau tamu 2000 orang, paket 800 tadi di upgrade tambah makanan 1200. Akhirnya kita DP 5jt pada saat itu. Karena rekanan mereka bagus bagus.

5. Gedung Sasana Kriya Jakarta Timur
Harga sewa -+30 jutaan
Well, padahal kita udah DP di Convention Hall Smesco tapi masih penasaran sama gedung lain. Akhirnya kita ke Sasana Kriya yang lagi hits banget buat pernikahan semenjak dipakai oleh Alysa Soebandono dan Dude Herlino menikah hahaha.
Sebenarnya mereka juga menawarkan paket seperti Smesco, tapi untuk pernikahan 2017, harga paket belum keluar, jadi kita di berikan penawaran harga sewa gedung saja. Kita lihat lihat sih gedung ini ok punya banget, keren, cantik, luas, parkiran luas, ceiling tinggi, ga perlu naik lift, full carpet, dan jatuh cinta sama Sasana Kriya. Dari sisi kualifakasi sih masuk banget sama apa yang para mama papa kita mau. Akhirnya kita DP 5jt untuk Gedung satu ini.
DP Smesco gimana?? hmm, tidak di anguskan, barangkali untuk ngunduh mantu atau yaaa over DP kalau ada yang mau, atau apa gitu. hehehe

Akhirnya pencarian kita berdua berakhir, dan memilih untuk Akad dan Resepsi di Gedung Sasana Kriya Jakarta Timur. Semua belum berakhir sampai disini, masih ada beberapa vendor yang harus kita cari. Ok ceritanya di next post kapan kapan yaaaa. Sebenarnya semua gedung di atas bagus-bagus, tapi kembali lagi buat kalian yang memiliki kualifikasi masing-masing. Yang penting sesuai budget kamu juga ya guys :)

Selasa, 18 Oktober 2016

Finally, seriously it's gonna be my super serious blog!

Yeaaaaah. akhirnya memutuskan untuk benar benar membuat blog yang serius. Dari dulu punya blog tapi ga ada isi dan ga update. Mudah mudahan yang ini bisa lebih update yaaa.

Let me introduce my self!
Puspa Arini anak terakhir dari 3 saudara, punya kakak cowo 2 dan mereka kembar. Lahir di Jakarta 16 Juli 1992 Alhamdulillah Islam. Lagi hobi nulis, desain, berenang, zumba, dan masak. Menyukai warna cokelat, hitam, dan tidak begitu suka warna cerah. Memutuskan menggunakan jilbab sejak umroh Juni 2016, jadi masih tergolong newbie banget pakai jilbab, mudah-mudahan bisa istiqomah dan menjadi lebih baik, Aamiin :)

Welcome to my blog!
Mungkin isinya akan berupa tips, cerita, pengalaman, dan lainnya. Semoga membawa manfaat bagi banyak orang-orang yang baca yaaa.

Yuk Follow juga
Instagram : @puspaarini
Twitter     : @puspaarini