Ok, aku berobat pagi lalu aku minum obatnya, wow besoknya aku sembuh di hari ke 8. Tidak demam dan merasa sehat sekali. Akhirnya aku pergi ke kelurahan sendiri untuk mengurus urusan pernikahanku nanti. Begitu sampai di kelurahan, ada warga yang merokok sembarangan (sampai-sampai ditegur oleh karyawan kelurahan). Begitu sampai rumah, benar saja aku langsung demam kembali dan tenggorokanku sakit! (yang sebelumnya tidak sakit sama sekali). Ok mulai dari itu aku sadar setiap ada yang merokok dilingkunganku aku suka ngap-ngapan, batuk-batuk dan demam. Sedihnyaaaa jadi perokok pasif.
Untungnya papaku dan mas Garindra bukan perokok. Kalau saja mereka perokok pasti aku ga enak banget ngejalanin hari-hari. Yang pasti mulai sekarang aku kalau kemana-mana harus sedia masker! Dan betenya lagi, mostly sahabat-sahabatku adalah perokok. Huhuhu ga kebayang sekarang kalau ngumpul gimana coba? perlahan aku sepertinya harus beri tahu mereka atau sebaiknya bagaimana?
Ketahuilah, kalian perokok mohon kiranya menghormati kami sebagai perokok pasif yang mengkonsumsi asap rokok dari kalian. Baiknya jika kalian merokok, ditelan saja asapnya :D
Awalnya aku sangat cuek sama lingkungan orang-orang yang merokok, ntah semenjak kapan sekarang jadi sensitif banget sama asap rokok. Dan betenya lagi, nyembuhin alergi asap rokok (demam, meriang, batuk-batuk, sakit tenggorokan) ini lamaaaaa sembuhnya. Sedih kan?
Yuk, kita saling menghormati :)

http://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar